Apa Tanda Tubuh Kelebihan Gula? Berikut 12 Daftarnya..

Apa Tanda Tubuh Kelebihan Gula? – Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula bisa berdampak negatif untuk kesehatan tubuh, khususnya pada kadar gula darah dan jantung. Lalu, apa tanda-tanda tubuh kelebihan gula?

Terdapat beberapa tanda tubuh kelebihan gula yang akan di alami, seperti merasa sangat lapar meskipun sudah makan, kelelahan, tekanan darah tinggi, dan kulit berjerawat.

Anda yang mengonsumsi gula secara berlebihan perlu segera membatasi asupan gula, minum air putih lebih banyak, berjalan kaki, dan memilih makanan utuh.

Untuk lebih jelasnya, ketahui ciri-ciri tubuh kelebihan gula dan cara mengatasinya berikut ini.

Baca juga : Manfaat Minum Air Kelapa Setiap Hari: 8 Kebaikan untuk Kesehatan

Apa tanda-tanda tubuh kelebihan gula?

Disarikan dari americanmedicalstaffing.org, berikut adalah ciri-ciri tubuh kelebihan gula yang perlu di waspadai

– Perubahan suasana hati

Salah satu studi menunjukkan bahwa konsumsi gula secara berlebihan bisa menyebabkan inflamasi, memperburuk suasana hati, dan meningkatkan gejala depresi.

– Lelah dan lemas

Gula adalah salah satu sumber energi yang cepat di serap oleh tubuh sehingga dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsinya akan menyebabkan rasa lapar, lemas, dan lelah.

– Ingin makan yang manis-manis (sugar craving)

Makan atau minum manis secara berlebihan dapat meningkatkan kadar dopamin di dalam otak sehingga akan membuat tubuh ingin mengonsumsinya lagi dan lagi.

– Lapar terus-menerus dan berat badan meningkat

Tubuh akan membakar gula yang di konsumsi dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar.

Selain itu, konsumsi makanan atau minuman manis bisa meningkatkan berat badan, baik pada anak-anak dan orang dewasa.

– Makanan atau minuman terasa tidak manis

Konsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan akan membuat otak terbiasa dengan kadar gula yang tinggi sehingga konsumsi makanan atau minuman lainnya akan terasa kurang manis atau hambar.

– Jerawat dan keriput

Tanda-tanda tubuh kelebihan gula lainnya adalah jerawat dan kulit keriput.

Pasalnya, konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh memproduksi Advanced Glycation End Products (AGEs) yang memicu penuaan dini.

– Tekanan darah tinggi

Salah satu bahaya konsumsi gula berlebihan adalah peningkatan tekanan darah tinggi.

Pasalnya, gula dalam jumlah besar dapat merusak dinding pembuluh darah yang berpengaruh pada tekanan darah.

– Gangguan tidur

Beberapa penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi berlebihan dapat mengganggu siklus tidur dan kualitas tidur.

– Nyeri sendi

Konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu inflamasi sistemik sehingga meningkatkan risiko nyeri sendi.

– Gangguan pencernaan

Asupan gula yang terlalu tinggi dapat memperparah gejala gangguan pencernaan, seperti sakit perut, kram, dan diare

– Gigi berlubang

Konsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi.

– Sulit berpikir jernih

Sulit berpikir jernih (brain fog) dapat terjadi karena asupan gula berlebih dapat meningkatkan inflamasi di dalam otak sehingga akan berdampak negatif pada fungsi kognitif dan suasana hati.

Asupan makanan dan minuman tinggi gula dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh dan memicu beberapa kondisi di atas.

Cara mengatasi tubuh kebanyakan gula

Batas konsumsi gula per hari menurut WHO (World Health Organization/ Organisasi Kesehatan Dunia) adalah 10 persen dari asupan energi harian, atau setara dengan 12 sendok teh (50 gram) gula per hari untuk orang dewasa.

Konsumsi gula secara berlebihan bisa di atasi dengan mengubah pola makan dan kebiasaan.

Terdapat beberapa cara mengatasi tubuh kebanyakan gula, yakni : 

– Membatasi asupan gula harian

– Memilih makanan utuh (whole food) yang di buat dengan bahan-bahan segar

– Minum air putih lebih banyak

– Berjalan kaki setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis

– Melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi dan yoga, untuk menurunkan gula darah tinggi dan mengurangi kecemasan

Dengan memperhatikan apa tanda-tanda tubuh kelebihan gula di atas, anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan segera.

Meskipun konsumsi gula baik untuk tubuh, membatasi asupannya per hari adalah hal yang bijak sehingga kesehatan tubuh bisa tetap terjaga.

Manfaat Minum Air Kelapa Setiap Hari: 8 Kebaikan untuk Kesehatan

Istimewa

Manfaat Minum Air Kelapa, Air kelapa muda bukan hanya menyergarkan, tetapi juga memiliki segudang manfaat kesehatan yang patut kamu ketahui. Dari menghidrasi tubu hingga mendukung kesehatan jantung, minuman alami ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk rutinitas harian kamu. Pasalnya, air kelapa memiliki kandungan kalium dan kalsium yang b aik untuk mendukung fungsi tubuh.

1. Menghidrasi Tubuh Secara Alami

Air kelapa muda kaya akan kalium dan magnesium yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. Konsumsi air kelapa secara rutin dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang, menjaga suhu tubuh tetap stabil, dan memperbaiki kualitas tidur. Bukan hanya itu, air kelapa juga dapat meningkatkan suasana hati dan mencegah dehidrasi di kutip oleh www.americanmedicalstaffing.org.

2. Meningkatkan Fungsi Ginjal

kandungan antioksidan alami dari air kelapa membantu tubuh membersihkan racun. Dengan meningktkan produksi urine, air kelapa berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal dan mendukung proses detoksifikasi. Minuman ini juga dapat mencegah penumpukan racun yang bisa membebani ginjal.

3. Solusi Alami Untuk Mabuk

Bagi kamu yang merasa tidak enak badan setelah mengonsumsi alkohol, air kelapa dapat menjadi penyelmat. Kandungan gula darah, sementara elektrolitnya efektif mengatasi mual dan kelelahan akibat mabuk. Minuman ini menjadi alternatif alami yang menyegarkan untuk meredakan gelala mabuk.

4. Mendukung Program Diet Dan Menurunkan Berat Badan

Air kelapa muda bisa menjadi teman diet yang baik. Dengan hanya mengandung sekitar 55 kalori per 200ml, tanpa lemak dan karbohidrat, air kelapa memberikan hidrasi tanpa menambahkan kalori berlebih. Selain itu, sifat diuretiknya membantu mengeluarkan kelabihan cairan tubuh, mendukung penurunan berat badan secara alami.

5. Menurunkan Kolestrol Dan Meningkatkan Kesehatan jantung

kandungan antioksidan dalam air kelapa muda terbukti dapat menurunkan kolesterol tinggi. Dengan menjaga keseimbanga kadar kolestrol dalam tubuh, air kelapa membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan penumpukan plak pada arteri. mengonsumsi air kelapa secara teratur bisa menjadi langkah pencegahan yang baik untuk kesehatan jantung kamu.

6. Mencegah Kram Otot Setelah Berolahraga

Bagi kamu yang aktif berolahraga, air kelapa muda bisa membantu mengatasi kram otot. kandungan kalsium dan mangesium dalam air kelapa berperan dalam mendukung kalsium dan magnesium dalam air kelapa berperan dalam mendukung kesehatan otot dan mempercepat pemulihan setelah latihan. Hal ini menjadikannya pilihan tepat untuk menjaga tubuh tetap bugar setelah aktivitas fisik.


Baca juga: Manfaat Kacang Hijau bagi Kesehatan, Apa Saja?


7. Meningkat Kesehatan Kulit

Manfaat air kelapa hanya baik untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk kulit. Kandungan asam laurat dalam air kelapa dapat berfungsi sebagai pengobatan alami untuk jerawat. Selain itu, kamu bisa mengoleskan air kelapa langsung ke kulit sebagai toner alami yang dapat menjaga hidrasi dan kelembapan kulit.

8. Melancarkan Pencernaan

Air kelapa membantu melancarkan pencernaan dan meredakan gangguan pencernaan, seperti nyeri ulu hati dan refluks asam. Kandungan kalium dan magnesium di dalamnya dapat menenangkan saluran pencernaan dan mengurangi iritasi akibat asam lambung sehingga kamu merasa lebih nyaman.

 

Manfaat Kacang Hijau bagi Kesehatan, Apa Saja?

Istimewa

Manfaat Kacang Hijau – Kacang hijau adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang kaya akan manfaat.

Biasanya kacang hijau sering diolah menjadi bubur, di padukan dengan gula dan santan. rasanya yang lezat serta teksturnya yang lembut membuat bubur kacang hijau cukkup banyak di sukai.

Di balik kenikmatannya, kacang hijau mengandung beragam nutrisi yang menyehatkan. Dilansir dari Kementerian Kesehatan, kacang hijau merupakan sumber protein nabati, serat, dan magnesium.

Lantas, apa saja manfaat kacang hijau bagi kesehatan?

Manfaat Kacang Hijau

Kacang hijau menawarkan beragam khasiat bagi kesehatan, di antaranya:

1. Menurunkan Kolesterol

Kacang hijau memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), di lansir dari Healthline. Manfaat kacang hijau untuk menurunkan kolesterol LDL darah dan melindungi partikel LDL dari paparan radikal bebas.

Sebuah tinjauan terhadap 26 penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 130 gram legum seperti kacang hijau secara signifikan menurunkan kolesterol jahat.

Kolesterol yang menumpuk di dalam tubuh dapat berbahaya dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Melancarkan Pencernaan

Kacang hijau mengandung jenis serat larut yang disebut pektin. Serat jenis ini membantu menjaga kesehatan usus dengan mempercepat pergerakan makanan. Kacang ini juga mengandung pati tahan yang bekerja sama dengan serat larut untuk membantu pertumbuhan bakteri usus yang sehat.

Selain itu, karbohidrat dalam kacang hijau juga lebih di cerna di bandingkan kacang-kacangan lainnya sehingga tidak menyebabkan perut kembung saat di konsumsi.

3. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah masalah kesehatan yang serius karena dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Namun, mengonsumsi kacang hijau bisa membantu mengatasi hipertensi karena mengadung magnesium dan serat.

Dua nutrisi tersebut telah lama di kaitkan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga artikel lainnya di sini https://www.americanmedicalstaffing.org/

4. Mencegah Penyakit Kronis

Kacang hijau mengandung banyak antioksidan, di antaranya asam fenolik, flavonoid, dan asam sinamat. Nah, antioksidan ini lah yang bisa membantu mencegah tubuh terkena berbagai penyakit kronis. Sebab, zat ini dapat menetralkan radikal bebas, molekul yang berpotensi berbahaya.

Menurut sebuah penelitian, jumlah radikal bebas yang tinggi di kaitkan dengan penyakit kronis, peradangan, penyakit jantung, kanker, dan lainnya.

5. Menstabilkan Gula Darah

Kacang hijau dapat membantu menjaga kadar gula darah karena kandungan serat dan proteinnya yang tinggi dapat memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah. Bahkan, antioksidan dalam kacang hijau, yaitu vitexin dan isovitexin dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu insulin bekerja lebih efektif.

Namun, penderita diabetes tetap harus waspada saat menognsumsi olahan kacang hijau, karena biasanya mengandung pemanis tambahan. Itulah manfaat kacang hijau bagi kesehatan. Perlu di ingat, setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap kacang hijau, tergantung dari jumlah dan cara mengolahnya.

Bagi anda yang memiliki riwayat penyakit tertenut, sangat di anjurkan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

11 Buah yang Tidak Memicu Lonjakan Gula Darah

11 Buah yang Tidak Memicu – Lonjakan gula darah perlu di hindari terutama oleh penderita diabetes atau pradiabetes.

Gangguan mata, saraf, ginjal, dan penyakit kardiovaskular adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi dampak buruk apabila lonjakan gula darah di biarkan terus-menerus.

Mengonsumsi buah-buahan tertentu bisa membantu mencegah lonjakan gula darah.

Secara alami hampir semua buah mengandung gula, tetapi ada di antaranya yang lebih tidak mungkin memicu lonjakan gula darah. https://www.americanmedicalstaffing.org/

Lalu, apa buah yang direkomendasikan untuk mencegah lonjakan gula darah?

Buah yang tidak memicu lonjakan gula darah

Buah yang di rekomendasikan untuk mencegah lonjakan gula darah adalah buah-buahan yang rendah indeks glikemik.

Buah-buahan dengan indeks glikemik rendah rasanya manis tanpa menyebabkan lonjakan gula darah.

Mengutip Very Well Health, sebagian besar buah secara alami memiliki indeks glikemik rendah karena mengandung fruktosa dan serat.

Indeks glikemik merupakan alat ukur yang memberikan skor makanan berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut memengaruhi kadar gula darah.

Indeks glikemik rendah ditunjukkan dengan skor 1-55, sedang 56-69, dan tinggi 70 ke atas.

– Jambu Biji

Jambu biji memiliki indeks glikemik yang termasuk sangat rendah yaitu 12.

Buah ini kaya serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dan mencegah lonjakan glukosa.

Serat juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, yang penting bagi penderita diabetes.

Merujuk database Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), jambu biji 165 gram mengandung serat sebanyak 8,9 gram.

– Ceri

Indeks glikemik buah ceri segar adalah 22 dengan kandungan serat sebanyak 3 gram per 138 gram.

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang minum 40 ml jus ceri asam selama enam minggu mengalami penurunan kadar hemoglobin A1C (HbA1c).

HbA1c adalah tes darah yang mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan.

– Blackberry

Blackberry termasuk buah yang paling sehat untuk penderita diabetes.

Buah ini memiliki indeks glikemik rendah sebesar 25 dengan kadar serat yang hampir 8 gram dalam 144 gram.

Dalam porsi yang sama, blackberry juga rendah gula yaitu hanya 7 gram.

Selain itu, buah ini kaya antioksidan yang bisa melawan peradangan.

– Jeruk limau gedang

Jeruk limau gedang memiliki indeks glikemik rendah sama seperti blackberry, yaitu 25.

Dalam 128 gram buah jeruk limau gedang, mengandung serat sebanyak 1 gram.

Namun, buah ini kaya vitamin C yang banyak yaitu 44 miligram (mg), memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan harian.

Vitamin ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang bermanfaat mengontrol gula darah.

– Aprikot

Aprikot adalah buah dengan indeks glikemik rendah sebesar 34.

Satu buah aprikot (38 gram) hanya mengandung 17 kalori dan 4 gram karbohidrat (hampir 1 gram di antaranya ada serat).

Makan buah aprikot tidak memicu lonjakan gula darah karena juga mengandung antioksidan polifenol.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa polifenol dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

– Persik

Indeks glikemik buah persik adalah 35

Satu buah persik berkurangan sedang (130 gram) mengandung sekitar 2 gram serat.

Seperti halnya aprikot, buah ini juga mengandung polifenol.

– Buah plum

Indeks glikemik buah plum termasuk rendah yaitu 35.

Meskipun hanya mengandung sekitar 1 gram serat per buah, buah plum sangat rendah kalori dan karbohidrat.

Satu buah plum (66 gram) hanya mengandung 30 kalori dan sekitar 8 gram karbohidrat.

– Apel

Apel merupakan buah dengan indeks glikemik 36.

Buah ini kaya akan serat. Dalam 200 gram buah apel, mengandung hampir 5 gram serat.

Apel juga merupakan buah sumber vitamin C yang memiliki sifat antioksidan.

– Pir

Indeks glikemik buah pir adalah 38.

Meski indeks glikemiknya lebih tinggi daripada apel, kandungan seratnya sekitar 6 gram per 178 gram (satu buah ukuran sedang).

Kandungan serat yang tinggi dalam buah pir akan membantu menstabilkan gula darah lebih baik, sehingga tidak memicu lonjakan.

– Stroberi

Buah stroberi memiliki indeks glikemik rendah yaitu 40.

Satu cangkir buah stroberi (152 gram) memiliki kandungan gula kurang dari 8 gram dan serat 3 gram.

Buah ini bermanfaat untuk penderita diabetes atau pradiabetes juga karena kaya akan vitamin C. Bahkan, kandungannya lebih tinggi daripada buah jeruk.

Sebanyak 152 gram buah ini mengandung 98 mg vitamin C, yang lebih dari 100 persen yang direkomendasikan harian.

– Jeruk

Buah jeruk juga memiliki indeks glikemik rendah yaitu 47.

Satu buah jeruk pusar (140 gram) mengandung serat hampir 3 gram.

Jeruk juga buah sumber vitamin C yang populer. Satu buahnya mengandung 82,7 mg.

Manfaat buah jeruk yang tidak memicu lonjakan gula darah bisa diperoleh secara optimal jika dikonsumsi dalam bentuk buah segar utuh, tidak dalam bentuk jus.

Anda bisa mengoptimalkan upaya untuk mencegah lonjakan gula darah dengan mengkombinasikan buah-buahan di atas dengan makanan sumber protein.